Keterampilan Menjadi Catcher

Oleh Piet Burhanuddin

Maret 2009

Berikut ini beberapa aspek yang saya yakini merupakan hal yang utama untuk menjadi catcher pertahanan yang ulung. Akan dicoba juga dijelaskan mengapa saya meyakininya sebagai yang amat penting.

  1. Kemampuan memberi rasa percaya diri kepada pitcher: Menangkap dan memblok atau menghadang bola merupakan dua tanggung jawab penting yang harus diemban catcher. Pada setiap lemparan pitch ada satu permainan (play) yang harus dikerjakannya yang luput dari perhatian banyak orang kecuali jika terjadi kesalahan atau ‘error’. Bagi mata yang sudah terlatih masing masing permainan itu dapat saja membuat regu kalah atau mencapai kemenangan. Catcher bertangan mantap yang menangkap lemparan pitch di zone strike, yang memungkinkan pitcher mendapat putusan strike untuk lemparannya yang tipis di antara strike dengan ball, yang menjaga agar bola pitch ke tanah tetap ada dihadapan dan dapat dikuasainya akan mampu menghapus segala keraguan yang ada dibenak pitcher. Dengan demikian pitcher tak gentar melempar jenis pitch tertentu pada situasi apapun juga, karena ia yakin akan dukungan catcher yang menjadi mitranya. Ia tahu ia dapat melempar pitch terbaiknya untuk mematikan hitter kendatipun ada pelari di base tiga dan dalam keadaan pertandingan yang ketat. Ia akan merasa seakan akan zona strike menjadi sangat besar dan dengan penuh percaya diri akan melempar menyerempet sudut sudut zona strike.
  2. Senantiasa memiliki pemahaman situasi pertandingan: Mungkin karena itulah banyak coach yang bertugas sekarang di Amerika dan Jepang dulunya bermain sebagai catcher. Karena mereka terbiasa memiliki pemahaman mendalam cara cara bersiasat sehingga gemilang main di belakang plate. Pemahaman itu memerlukan pengetahuan praktis di segala bidang permainan baseball – hitting, ragam jenis dan gaya hitter, pitching, bagaimana menghadapi pitcher bermasalah, mengatur posisi pemain pertahanan, bagaimana cara mematikan hitter, dan mempelajari situasi adalah beberapa contoh saja. Bidang ini merupaka satu bidang yang memerlukan masa pembinaan yang paling lama yang harus diasah pemain muda, tetapi jika sudah terasah baik akan menjadi salah satu keunggulan yang akan selalu dapt diandalkannya maupun oleh regunya.
  3. Kepemimpinan dan rasa percaya diri: Seorang pemain saja yang berada di belakang plate tentu tak mampu mengendalikan pertandingan sepanjang waktu, namun, ada banyak permainan (play) dan saat saat tertentu di pertandingan itu ketika seorang catcher harus membuat putusan menentukan yang krusial. Catcher yang berhasil haruslah vokal kepada rekan seregunya tentang apa yang harus mereka lakukan terutama terkait memotong atau meneruskan  lemparan (cutoff dan relay), permainan menghadapi pukulan ketok (bunt), permainan di base satu dan tiga, dan pertemuan (konperensi) di bukit pitcher. Pada permainan permainan tersebut semua pemain akan memandang catcher untuk mendapat petunjuk siasat dan cara menjalankan permainan. Itu akan membutuhkan kepercayaan diri yang tinggi dan rasa percaya dari pemain lain karena ia adalah pemain yang terlibat di hampir semua permainan pertahanan itu dan juga berpeluang paling besar untuk menentukan taktik dan irama bermain kepada seluruh timnya di lapangan.
  4. Kemampuan melempar mati pelari yang mencuri base: Sudah terlalu sering kemampuan ini dianggap sebagai ukuran utama kepiawaian seorang catcher. Memang akan sangat berharga sekali  memiliki catcher yang mampu menghambat permainan lari regu serang, namun saya pribadi masih menempatkannya di bawah keterampilan yang sudah dicantumkan di atas. Idealnya catcher melempar mati pelari yang memang harus dimatikannya – bukan untuk membunuh pemain yang sepanjang karirnya menjadi pencuri base ulung. Ia harus melempar mati pemain yang mencoba mencuri base untuk mengacaukan atau menghilangkan peluang terjadinya ‘double play’ atau untuk mencapai posisi dimana ia dapat mencetak angka. Jadi tujuan utama catcher adalah yang lebih dalam dari sekedar mematikan pelari.

Dari sebuah artikel saya kutipkan beberapa istilah berkenaan dengan hal yang baru dibahas.

  • Steal Time (waktu curi): lamanya waktu yang diperlukan pelari (dengan atau sesudah mengambil awalan dari base satu) dari mulai gerak pertamnya menuju base dua. Kita menghendaki catcher melempar mati pelari yang memiliki steal time 3.5 detik, pencuri base terulung mengambil waktu 3.3 detik.
  • Pitcher’s Release Time (waktu lempar pitcher): lamanya waktu pitcher melempar dari mulai gerak regang (stretch) yang membuat pelari bereaksi sampai bola tiba di glove catcher. Umumnya para pitcher memiliki release time kurang dari 1.4 detik, ada juga yang hanya 1.2 detik.
  • Catcher’s Release Time.: lamanya waktu dari mulai bola masuk glove catcher sampai masuk ke glove infielder yang menjaga base dua ketika melempar ke situ dari home plate. Acapkali juga disebut ‘pop-to-pop-time’ (dari suara “pop” ketika masuk glove catcher sampai ke suara “pop” lagi ketika masuk glove infielder). Banyak yang penasaran tentang lamanya waktu ini.

Banyak yang mengira waktunya disekitar 1.85 sampai 2.0 detik. Kenyataannya Release Time ideal bagi catcher tergantung kepada Pithcer’s release Time dan Steal Time pelari dan dalam banyak kejadian akan berada disekitar 2.1 detik untuk sampai ke base. Jika lemparan sedikit melenceng maka akan diperlukan lebih lama lagi untuk menangkap lalu men’tag’ pelari. Tak ada maksud untuk meremehkan kemampuan catcher menangkap dan melelmpar, karena memang banyak sekali didambakan dan dicari orang.  Yang ingin ditekankan disini adalah bahwa akan diperlukan waktu minimum untuk melempar mati pelari dalam jumlah yang cukup tinggi – ingat:  jika catcher berhasil melempar mati 25% pelari pencuri base, maka itu sudah dianggap bagus.

CONTOH: Release Time pitcher (1.4 detik) dikurangkan dari Steal Time pelari (3.5 detik), sehingga sisanya tinggal 2.1 detik,  waktu untuk catcher melempar ke base dua dan untuk men’tag’ … sehingga, sebuah lemparan yang cermat dengan release time 2,1 detik akan dapat mematikan pelari yang Steal Timenya 3.5 detik (waktu rata rata bagi pemain tingkat sekolah tinggi di Amerika), asal saja pitcher mampu menghantarkan bola ke plate dalam waktu kurang dari 1.4 detik.

Mohon maaf jika membahas soal ini terlalu mendalam, karena mungkin saja amat membosankan.

Salah satu tujuan seorang catcher yang memiliki aspirasi tinggi tentulah untuk mencari cara atau program pendidikan dan latihan yang akan membantu membinanya menjadi catcher yang memiliki keterampilan yang disebutkan di atas dan juga keterampilan lain yang belum disebutkan disini.

Posisi ini memerlukan lebih banyak syarat yang harus dipenuhi daripada posisi main lain di baseball baik secara fisik maupun mental. Mereka yang berani menghadapi tantangan ini dijamin akan mampu bertahan bermain baseball untuk waktu yang lama karena catcher (dan pitcher) yang piawai selalu amat dibutuhkan dan dicari.

Didedikasikan kepada Kang Pung Purwadhy – catcher Redfox, Jawa Barat dan Nasional yang sampai sekarang masih aku kagumi.

Tags: